teenage love affair

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Rabu, 11 Desember 2013

LAPORAN REAKSI PADA UNSUR DAN SENYAWA NITROGEN

‘’ REAKSI PADA UNSUR DAN SENYAWA NITROGEN  ‘’




OLEH :

CHRISNA IREYNE RAKIAN
12 313 304
A – PEND. KIMIA



JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
2013

A.    JUDUL LAPORAN :

‘’ REAKSI PADA UNSUR DAN SENYAWA NITROGEN ‘’

B.     TUJUAN :
-          Membuat beberapa persenyawaan secara kimia
-          Mengidentifikasi sifat-sifat fisika dan kimia beberapa persenyawaan nitrogen.

C.     LANDASAN TEORI :
Nitrogen terdapat bebas diudara (78% volume). Nitrogen terdapat juga dalam garam-garam seperti natrium dan kalium nitrat. Organisme hidup mengandung nitrogen dalam bentuk protein rata-rata mengandung 16% nitrogen. Nitrogen merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa dan sedikit larut dalam air.
Persenyawaan nitrogen dengan unsur lain yang sudah banyak dikenal yaitu ammonik N. Dalam laboratorium, amoniak dapat diperoleh dengan cara mereaksikan larutan alkali pada garam ammonium. Biasanya dipergunakan Cl dan alkalinya adalah Ca .
2Cl + Ca           Ca + 2 + O
Reaksi-reaksi lain yang dapat menghasilkan amoniak anatara lain.
1.      Menguraikan nitrida-nitrida logam (logam elektropositif kuat) dengan air, misalnya :
2.      Memanaskan garamammonium tertentu seperti ammonium sulfat atau ammonium klorida,
3.      Reduksi nitrat dengan cara memanaskan campuran garam nitrat, alkali kaustik berair dan logam aktif seperti Zn
Persenyawaan nitrogen yang lain juga sangat dikenal adalah asam nitrat. Dalam laboratorium asam nitrat dapat diperoleh dengan cara mereaksikan asam sulfat pekat dengan natrium nitrat.
Reaksi antara asam nitrat dengan logam boleh dikatakan selalu bahkan sebagai asam tetapi sebagai oksidator. Hasil reaksinya tergantung pada konsentrasi dan suhu operasi serta sifat reduktor.


D.    ALAT DAN BAHAN
NO
ALAT
UKURAN
JUMLAH
1
Pipet tetes
-
1
2
Rak tabung reaksi
-
1
3
Gelas ukur
-
1
4
Penjepit
-
1
5
Tabung reaksi
-
1
6
Gelas beaker
-
1
7
Batang pengaduk


1
8

Labu erlenmeyer





1
9


Kaca arloji




1
10


Pembakar Bunsen




1
11
Pipet ukur


1



NO
BAHAN
UKURAN
JUMLAH
1
HNO3
-
secukupnya
2
Asam nitrat pekat
-
secukupnya
3
Tembaga
-
secukupnya
4
Asam nitrat encer
-
secukupnya
5
Aquades
-
secukupnya

E.     PROSEDUR KERJA :
Eksperimen 1. Reaksi asam nitrat dengan tembaga
-          Memasukkan beberapa keping tembaga ke dalam tabung reaksi
-          Menambahkan beberapa tetes asam nitrat pekat
-          Kemudian perhatikan gas yang terjadi.
Eksperimen 2. Reduksi nitrat dalam larutan basa
1)      Memasukkan HNO3 7 M kedalam beberapa keping tembaga yang ada dalam tabung reaksi.
2)      Memeriksa gas dan warna yang akan diamati.
Eksperimen 3. Oksidasi katalitik amonia
1)      Melilitkan kawat tembaga sehingga terbentuk spiral.
2)      Memasukkan 10 mL amonia pekat ke dalam labu erlenmeyer.
3)      Memanaskan labu sehingga amonia mulai menguap.
4)      Memanaskan kawat sampai membara kemudian menggantungkan pada mulut labu erlenmeyer.
5)      Mengamati apa yang terjadi.






F.      DATA HASIL PENGAMATAN
No.
Variabel yang diamati
Hasil Pengamatan



a.






Eksperimen 1. Reaksi asam nitrat dengan tembaga

keping tembaga + asam nitrat pekat









·      Mula-mula larutan berwarna hijau
·      Terdapat asap coklat
·      Terdapat gelembung gas
·      Keping tembaga melarut dan larutan berwarna biru ke hijau tua.







a.








Eksperimen 2. Reduksi nitrat dalam larutan basa

keping tembaga + HNO3 7M









·      Larutan awal bening
·      Terdapat gelembung gas
·      Tembaga melarut
·      Larutan berwarna biru muda






a.


b.


c.
Eksperimen 3. Oksidasi katalitik amonia


Memanaskan 10 mL amonia pekat dalam erlenmeyer

Memanaskan kawat sampai membiru


Menggantung kawat pada erlenmeyer




·      Amonia mendidih


·      Kawat panas


·      Kawat berubah warna menjadi biru kehijauan










G.    PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA
Eksperimen 1. Reaksi asam nitrat dengan tembaga
Pada percobaan ini, 3 keping tembaga dimasukkan kedalam 5 tetes sasm nitrat pekat menghasilkan larutan yang berwarna biru dan terdapat gelembung-gelembung gas serta keping tembaga melarut.
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

Text Box: +2Text Box: +4Text Box: +5Text Box: 0HNO3 (l) + Cu (s) → NO2 (s) + Cu2+ (aq) + 2OH- (aq)

Text Box: -1 (reduksi)
Text Box: +2 (oksidasi)
 




Dalam reaksi ini tembaga mengalami reaksi oksidasi dari Cu menjadi Cu2+ (Cu bertindak sebagai reduktor) dengan kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +2. Sedangkan nitrogen mengalami reduksi (nrtindak sebagai oksidator) dengan penurunan bilangan oksidasi dari +5 menjadi +4.Warna biru yang dihasilkan oleh larutan disebabkan karena adanya ion Cu2+.
Eksperimen 2
Percobaan selanjutnya adalah mereaksikan 3 keping tembaga dengan HNO3 7M menghasilkan larutan berwarna biru dan keping tembaga melarut serta terdapat gelembung-gelembung gas.
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

Text Box: +2Text Box: +2Text Box: 0Text Box: +5HNO3 (aq) + Cu (s)  →  Cu (NO3)2 (aq) + 2NO (g) + 2H2O (aq)
Text Box: +2 (oksidasi)Text Box: -3 (reduksi) 



Dalam reaksi ini Cu bertindak sebagai reduktor (mengalami oksidasi dari Cu menjadi Cu(NO3)2 dengan peningkatan biloks dari 0 menjadi +2. Sedangkan nitrogen sebagai reduktor (mengalami oksidasi) dengan penurunan biloks dari +5 menjadi +2.
Reaksi yang kedua berjalan lebih lambat dibandingkan reaksi yang pertama. Jadi dapat dikatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi asam nitrat yang digunakan maka kemampuannya untuk mengoksidasi tembaga pun akan semakin besar. Selain itu senyawa yang dihasilkan pun juga berbeda dimana dalam percobaan yang menggunakan asam nitrat pekat mengoksidasi Cu menjadi Cu2+ sedangkan percobaan yang menggunakan asam nitrat encer membentuk  senyawa Cu(NO3)2.
Eksperimen 3. Oksidasi katalitik amonia
Pada percobaan ini 10 mL amonia pekat dimasukkan ke dalam erlenmeyer lalu dipanaskan hingga menguap. Pada saat bersamaan kawat Cu yang berbentuk spiral dipanaskan hingga membara. Selanjutnya kawat Cu digantung diatas labu erlenmeyer dan kawat berubah warna manjadi biru kehijauan. Reaksinya adalah sebagai berikut:
CuO (s) + NH3 (g) → 3Cu (s) + N2 (g) + 3H2O (g)



Ketika kawat Cu dipanaskan, terbentuk suatu oksida yaitu CuO. Oksida CuO ini selanjutnya bereaksi dengan uap NH3 membentuk Cu, N2 dan H2O.
Pada reaksi di atas, NH bertindak sebagai reduktor dimana nitrogen mengalami oksidasi dengan peningkatan bilangan oksidasi dari -3 menjadi 0. Sedangkan yang bertindak sebagai oksidator adalah CuO dimana Cu mengalami penurunan bilangan oksidasi (reduksi) dari +2 menjadi 0.

H.    KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan dari pengamatan dalam praktikum ini, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu :
1.      Keelektronegatifan nitrogen lebih besar daripada hidrogen tetapi lebih kecil daripada oksigen. Akibatnya bilangan oksidasi nitrogen jika bersenyawa dengan hidrogen menjadi negatif sedangkan jika bersenyawa dengan oksigen menjadi positif bilangan oksidasi nitrogennya.
2.      Semakin tinggi konsentrasi, semakin pekat pula nitrat maka kemampuan untuk mengoksidasi tembaga juga semakin besar.
3.      Asam nirat pekat bereaksi dengan logam menghasilkan gas NO2. Asam nitrat encer bereaksi dengan logam menghasilkan NO.
4.      Asam nitrat merupakan asam kuat dan sebagai pengoksidasi kuat dimana senyawa ini dapat melarutkan kebanyakan logam dan hasil reaksinya bergantung pada konsentrasi HNO3 (pekat atau encer).


I.       DAFTAR PUSTAKA
-          Penuntun praktikum kimia anorgtanik 1
-          Achmad, Hiskia. 1992. Penuntun Belajar Kimia Dasar, Kimia Unsur Petrokimia. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
-          Cotton dan Wikinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: Universitas Indonesia.
-          S, Syukri. 1992. Kimia Dasar 2. Bandung: ITB.
-          Saadi, Parham dan Mahdian. 2008. Panduan Praktikum Kimia Anorganik. Banjarmasin: FKIP UNLAM.