‘’ PEMBUATAN NATRIUM TIOSULFAT DAN
SIFAT-SIFATNYA ‘’
OLEH :
CHRISNA IREYNE RAKIAN
12 313 304
A – PEND. KIMIA
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
2013
A. JUDUL
LAPORAN :
‘’
PEMBUATAN NATRIUM TIOSULFAT DAN SIFAT-SIFATNYA ‘’
B. TUJUAN
:
-
Dapat membuat senyawa natrium tiosulfat
-
Dapat mengidentifikasi sifat-sifat
fisika dan kimia senyawa natrium tiosulfat.
C. LANDASAN
TEORI :
Natrium tiosulfat merupakan garam dari tiosulfat yang
termasuk kedalam jenis asam polisulfomonosulfat. Selain itu asam ini juga
dikenal dengan vanadisulfanoat. Kedua asam ini merupakan runtutan dari asam
polisulfana (H2Sx). Ion tiosulfat ini memiliki geometri
tetrahedron terdistorsi. Natrium dialam hanya tersedia dalam wujud besi oksida
karbonat, sedangkan sulfida tidak ditemukan dalam bentuk murninya. Sedangkan
natrium yang ada dilaut berupa senyawa NaCl. Pada organisme (hewan) ion natrium
sangat berperan sekali yaitu sebagai konduksi saraf dan dapat juga digunakan
untuk menjaga keseimbangan osmosis dalam darah. Pada tumbuhan ion
natrium berfungsi sebagai zat yang esensial untuk pertumbuhan.
Natrium tiosulfat merupakan salah satu senyawa dari natrium, dengan rumus
kimianya adalah Na2S2O3.5H2O. Pembentukan garam tiosulfat berdasarkan reaksi yang
terjadi antara belerang dan tiosulfit yaitu : SO32- +
S → S2O32- . Bila
dalam reaksi diatas ditambahkan belerang dalam jumlah yang berlebih maka semua
ion sulfit akan dapat membentuk ion S2O32-.
Pembuatan natrium tiosulfat dapat juga dilakukan
dengan menggunakan H2S sebagai bahan baku dan juga SO3.
Namun sangat disayangkan cara ini sangat sulit dilakukan. Dalam
bidang kimia analitik, natrium tiosulfat ini merupakan larutan standar yang
digunakan untuk titrasi iodometri dan hanya terdapat dalam bentuk
pentahidrat, sehingga harus dilakukan standarisasi dengan larutan standar
primer.
Asam tiosulfat tidak stabil pada suhu kamar, Asam ini
dipisahkan pada suhu 78oC dari persamaan reaksi : SO3 + H2S → H2S2O3
Atau dari reaksi : HO3SCl + H2S → H2S2O3 +
HCl
Molekul gas sulfur tioksida SO3 memiliki
struktur segitiga datar dapat mengalami resonansi dengan melibatkan ikatan πp –
πp dari S-O. Adanya orbital P untuk ikatan dan orbital d kosong dari S
menyebabkan panjang S-O sangat pendek yaitu 1,43 A. Ion tio sulfat memiliki
struktur [ S-SO3 ]2- dengan panjang gelombang
ikatan S-S dan S-O masing-masing 1,99 + 0,10 dan 1,48 + 0,6Å, panjang ikatan
S-S mendekati panjang S-O menunjukkan bahwa dalam ikatan S-S juga terlibat
ikatan II (pi).
Garam yang biasa disebut tiosulfat stabil dan
berjumlah banyak. Tiosulfat dibuat dengan memanaskan alkali/larutan sulfit
dengan S dan juga dengan mengoksidasi polisulfida dengan air seperti reaksi
berikut :
Na2S2O3 + S → Na2S2O3
2NaS3 + 3O2 →
2Na2S2O3 +2S
Selain itu natrium tiosulfat
dapat dibuat dari SO2 dengan reaksi sebagai berikut :
2SO2 (aq) +
O2(g) → SO3(g)
Kemudian direaksikan dengan Na2S2O3 dan
H2O reaksi :
2SO2 + Na2CO3 +
H2O → 2NaHSO3 + CO2
produk (NaHSO3)
direaksikan lagi dengan Na2CO3 reaksi :
2NaHSO3 + Na2CO3 →
2Na2SO3 + CO2 + H2O
terakhir Na2SO3 direaksikan
dengan S dengan bantuan pemanasan.
Reaksi :
Na2S2O3 +
S → Na2S2O3
Dalam percobaan ini akan
dipelajari cara pembuatan garam natrium tiosulfat dari reaksi antara sulfur
dengan natrium sulfit. Struktur molekul sulfur ada dua jenis yaitu rombik dan
monoklin. Pada temperature dibawah 96oC stabil dalam
bentuk rombik dan diatas temperature tersebut stabil dlam bentuk monoklin.
Dalam dua struktur tersebut molekul sulfur membentuk cincin yang mengandung 8
atom. Agar sulfur dapat bereaksi maka harus dilakukan pemutusan cincin yang ada
terlebih dahulu. Oleh karena itu, mekanisme reaksi yang melibatkan sulfur
sangat rumit.
D.
ALAT DAN BAHAN
|
NO
|
ALAT
|
UKURAN
|
JUMLAH
|
|
1
|
Lilin
|
-
|
1
|
|
2
|
Batang pengaduk
|
-
|
1
|
|
3
|
Gelas
ukur
|
-
|
1
|
|
4
|
Penjepit
|
-
|
1
|
|
5
|
Tabung
reaksi
|
-
|
1
|
|
6
|
Gelas beaker
|
-
|
5
|
|
NO
|
BAHAN
|
UKURAN
|
JUMLAH
|
|
|
1
|
Larutan klor
|
-
|
secukupnya
|
|
|
2
|
Na2S2O3.10H2O
|
-
|
secukupnya
|
|
|
3
|
Na2S2O3.5H2O
|
-
|
secukupnya
|
|
|
4
|
HCl encer
|
-
|
secukupnya
|
|
|
5
|
Aquades
|
-
|
secukupnya
|
|
|
6
|
Larutan Iod dalam KI
|
-
|
secukupnya
|
|
|
7
|
BaCl
|
-
|
secukupnya
|
|
E.
PROSEDUR KERJA :
·
Percobaan sifat-sifat kimia Natrium Tiosulfat
a.
Panaskan sedikit Na2S2O3.5H2O dalam tabung reaksi, lakukan hal yang sama untuk Na2S2O3.10H2O
b.
Reaksi dengan
Iod
Reaksikan 2 ml larutan iod dengan larutan tiosulfat
berlebih.
c.
Reaksi dengan
Klor
Reaksikan 2 ml larutan natrium tiosulfat dengan air
klor berlebih
d.
Pengaruh Asam
Encer
Reaksikan 3 ml larutan tiosulfat dengan 3 ml larutan
asam klorida encer. Amati isi tabung reaksi setelah beberapa menit dan amati
juga bau larutannya.
F. DATA HASIL
PENGAMATAN
|
NO
|
PERLAKUAN
|
HASILPENGAMATAN
|
|
1.
2.
3.
3.
4.
|
Mempelajari sifat – sifat kimia natrium sulfat
Natrium
tiosulfat pentahidrat dipanaskan
Selama 2 menit
Na2S2O3.10H2O di panaskan selama 2 menit
Kristal
natrium tiosulfat + 2 ml iod berlebih
2 ml natrium tiosulfat + Air klor + HCl encer + 3 ml asam klorida encer,
didiamkan.
3 ml larutan tiosulfat + 3 ml HCl, didiamkan dan
diamati bau larutannya
|
Bentuk
awal Na2S2O3.5H2O adalah dalam
bentuk Kristal berwarna putih pekat. Setelah dipanaskan Kristal mencair
dengan cepat dan berwarna hijau kehitaman.
Bentuk awalnya berbentuk serbuk, setelah dipanaskan
bubuk Na2S2O3.10H2O tidak mencair dan tidak mengalami perubahan warna.
Kristal
Na2S2O3.5H2O ditambahkan iod 10
tetes, pada awalnya larutan air dengan Na2S2O3.5H2O
tidak menyatu dengan iod, tampak larutan berwarna ungu dari iodidanya.
Setelah beberapa waktu larutan mulai menyatu antara iod dengan air dan Na2S2O3.5H2O. Terbentuk endapan putih dan
terdapat serbuk putih melayang pada bagian atas larutan dan tercium bau
belerang.
Reaksi antara natrium tiosulfat dan air klor tidak
menghasilkan perubahan warna, warnanya bening sekali. Setelah dilakukan
penambahan HCl encer warnanya berubah menjadi putih susu dan mengendap
diatas, begitupun halnya dengan penambahan BaCl warnanya tetap putih susu dan
mengendap.
Setelah ditetesi HCl encer awalnya larutan tidak
berwarna, setelah beberapa menit larutan menjadi putih keruh dan berbau.
|
G. PEMBAHASAN
Mempelajari Sifat – Sifat
Natrium Tiosulfat
a. Pengaruh Pemanasan
1.
Pada percobaan ini Kristal Na2S2O3.5H2O dipanaskan
dan diperoleh bahwa kristal natrium tiosulfat pentahidrat meleleh atau terurai jika dipanaskan. Menurut literatur jika
dibandingkan dengan natrium tiosulfat dekahidrat,maka natrium tiosulfat
pentahidrat lebih cepat meleleh karna natrium tiosulfat dekahidrat lebih banyak
mengandung air. Maka dapat disimpulkan bahwa tiosulfat disini bersifat hidroskopis.
2.
persamaan reaksi :
Na2S2O3.5H2O (s
) → Na2S2O3 (aq) +
5H2O (l)
b. Reaksi dengan Iod
1.
Reaksinya sebagai berikut :
Reduksi
: I2 + 2e →
2I-
Oksidasi
: 2S2O32- → S4O62- + 2e
2S2O32- + I2 → S4O62- + 2I-
Jadi : 2 Na2S2O3 + I2 → 2
NaI + Na2S4O6
2.
Pada percobaan ini Na2S2O3 yang dilarutkan
dengan H2O menghasilkan larutan yang bening kemudian ditambahkan
dengan larutan Iod berlebih sebanyak 2 mL I2 menghasilkan larutan yang bening dan setelah beberapa
waktu terdapat endapan putih.. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi Redoks
(Reduksi Oksidasi) yang ditandai dengan adanya perubahan warna Iod.
Pada persamaan reaksi tersebut, terlihat bahwa iod berfungsi sebagai
oksidator yang mengoksidasi ion tiosulfit atau natrium
tiosulfat mereduksi iod., dan iod
sendiri mengalami reduksi dari I2 menjadi I-.
c. Pengaruh Asam Encer
1.
Pada percobaan
ini 3 mL Na2S2O3 direaksikan dengan 3 mL HCl encer menghasilkan
larutan bening dan terbentuk endapan sehingga larutan menjadi warna putih
susu yang merupakan endapan
belerang dan berbau menyengat karena terdapat gas SO2. Dalam
percobaan ini asam klorida berfungsi untuk menguapkan sulfur dioksida dan
mengendapkan sulfur. Itulah sebabnya pada reaksinya menimbulkan bau
menyengat yang merupakan gas SO2.
2.
Reaksinya adalah
sebagai berikut :
Na2S2O3 + 2HCl→ H2S2O3 +
2NaCl
H2S2O3 → SO2(g) + S(s) + H2O(l)
H. KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan dari pengamatan
dalam praktikum ini, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu :
Natrium tiosulfat pentahidrat mempunyai sifat yaitu :
-
Pada saat dipanaskan natruim tiosulfat hidrat mencair, sedangkan natrium
tiosulfat pentahidrat ketika dipanaskan akan mencair namun akan membentuk
kristal kembali
-
Reaksi iodine dengan natrium tiosulfat terjadi reaksi redoks, dimana yang
berperan sebagai pereduksi yaitu I2. Sedangkan yang berperan
sebagai pengoksidasi yaitu S2O32-.
-
Natrium tiosulfat dicampur dengan HCl larutan menyatu.
Setelah dicampur dengan larutan BaCl2 larutan membentuk endapan
BaS2O3.
-
Natrium tiosulfat dicampurkan dengan larutan HCl
menghasilkan larutan yang menyatu dan berbau sulfur.
I. DAFTAR
PUSTAKA
-
Penuntun praktikum kimia anorgtanik 1
-
Kristian sugiarto, 2004. Kimia anorganik I.
Yogyakarta : Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY
-
Mulyono, 2005. Kamus Kimia. Bandung : Bumi
Aksara.
-
http://putrawan-bachriul999.blogspot.com/search/label/ILMU%20KIMIA?updated-max=2012-06-05T23:58:00-07:00&max-results=20&start=6&by-date=false ( diakses pada 4
okt 2013 )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar