teenage love affair

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Rabu, 11 Desember 2013


‘’ PEMBUTAN GAS KLOR ‘’




OLEH :

CHRISNA IREYNE RAKIAN
12 313 304
A – PEND. KIMIA



JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
2013
PEMBUATAN GAS KLOR
v  TUJUAN :
1.      Mahasiswa mampu membuat beberapa unsur halogen
2.      Mahasiswa mampu membandingkan kereaktifan dan sifat-sifat unsur halogen serta beberapa persenyawaannya

v  ALAT DAN BAHAN :
-          Pipet tetes
-          3 tabung reaksi
-          Rak tabung reaksi
-          0,1 gram Mn
-          0,1 gram KMn
-          0,1 gram  
-          HCl pekat
-          Aquades
-          Tissue
-          Spatula

v  DASAR TEORI
Unsur halogen termasuk unsur non logam yang paling reaktif. Unsur-unsur ini merupakan oksidator kuat dan sangat reaktif sehingga di alam tidak ditemukan dalam keadaan bebas. Unsur-unsur halogen ini dapat diperoleh dengan menggunakan dasar oksidasi ion halida yang ada :

2                  +
            Flourin karena aktivitasnya yang sangat tinggi, oksidasi ion flourida menjadi sukar, sedangkan unsur-unsur yang lain lebih mudah dioksidasi.
Sejajar dengan nomor atom yang makin bertambah, warna unsur-unsur halogen menjadi makin gelap dan iodine zat padat warna hitam mengkilap.
Dalam laboratorium unsur klorin, bromine dan iodine dapat diperoleh dengan cara yang serupa, yaitu dengan mengoksidasi senyawa halidanya dalai suasana asam. Klorin dapat diperoleh dengan mengoksidasi asam klorida pekat dengan oksidator Mn, KMn atau oksidator yang lain. Bromin diperoleh dengan mereaksikan asam sulfat encer dengan natrium bromida atau kalium bromida atau batu kawi. Iodin dapat diperoleh dengan cara mereaksikan asam sulfat encer dengan natrium iodide atau kalium iodide atau batu kawi yang disertai dengan pemanasan.
Molekul-molekul klorin, bromine dan iodine larut dalam pelarut organik separate eter, alkohol, karbon tetraklorida, karbon sulfida, benzen atau kloroform. Dalam pelarut-pelarut itu, klorin tidak menghasilkan perubahan warna sedangkan bromine dalam pelarut itu memberikan warna orange, iodine dalam pelarut organik beroksigen memberikan warna perak, sedangkan dalai pelarut organik tidak beroksigen memberikan warna ungu.

v  JALANNYA PERCOBAAN :
-          Mempersiapkan alat dan bahan yang telah ditentukan,
-          Mengambil 0,1 gram Mn, KMn,   lalu menimbangnya,
-          Selanjutnya memasukkan masing-masing larutan ke dalam tabung reaksi yang berbeda,
-          Memasukkan ketiga tabung reaksi itu kedalam rak reaksi,
-          Mengambil 3 tetes HCl pekat dengan menggunakan pipet tetes, kemudian meneteskan ke tiap-tiap tabung reaksi ( 1 tabung reaksi 3 tetes HCl pekat ).

v  DATA HASIL PENGAMATAN

Larutan
Sebelum penambahan HCl
Sesudah penambahan HCl
Bentuk
Warna
Bentuk
Warna
Mn
Serbuk
Hitam
Hijau tua/ gelap
Kental
KMn
Butiran kasar
Abu-abu
Kental (menyatu dengan air )
Coklat gelap, keunguan
 
Butiran kasar
Orange
Orange
Kental ( tidak larut sepenuhnya )












v  KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan mengenai pembuatan gas klor ini dapat disimpulkan bahwa HCl sangat berperan penting dalam perubahan bentuk (kekentalan) dan warna pada setiap larutan yang ada.
Pada Mn warnanya menjadi hijau tua dan bentuknya menjadi kental, KMn warnanya menjadi coklat gelap dan bentuknya menjadi kental, berbeda halnya dengan larutan    yang warnanya tidak mengalami perubahan, yaitu tetap berwarna orange tetapi dari segi bentuk menjadi kental tapi itupun tidak larut sepenuhnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar